Ospekku Bukan Ospekmu


Tahun 2004
     Orang tua saya akhirnya di pindah tugaskan kembali ke Makassar, bertepatan dengan lulusnya diri ini dari SD di kampung yang tidak ingin disebutkan namanya. Setidaknya itu membuat saya sedikit lega,Itu tandanya sekolah saya di SMP nanti sudah nampak di peta


          Tidak terlalu banyak pilihan SMP yang orang tua saya tawarkan, kebetulan cuma SMP 8 yang paling dekat dari rumah pada waktu itu, saya pun langsung mengiyakan dan ternyata baru pada kelas 3 saya baru tahu ternyata SMP 8 ini termasuk salah satu sekolah unggulan, lumayan kegagahan secara otomatis bertambah sekitar 3,2649%



             Seperti sekolah pada umumnya, terdapat tes ujian masuk terlebih dahulu, kecuali yang masuknya lewat jendela yang di tes cuma berat badan,muat tidak masuknya #eh

              Ujian tesnya cukup mudah, saya hampir tidak menemui kesulitan yang berarti, bahkan pada lembar ujian.. Bulatannya saya buat gambar ikan, tapi menurut teman tes saya yg disamping lebih mirip gambar pengawas ujiannya sih, berarti saya gagal membuat gambar mozaik yg persuasif *ini ujian atau lagi lomba gambar tingkat kecamatan*

                Menurut saya Ujian tes masuk ini sifatnya formalitas saja,yang penting hadir.. Dari face Sudah pasti diterima. Sehari setelah ujian, pengumumannya pun keluar dan ternyata benar saya lulus.

             Tibalah kita pada hari yang paling memuleskan, yap..Ospek! Rambut pelontos, bola dipotong menjadi dua buat dijadikan helm, tas dari kantong plastik, sapu lidi, kaos kaki warnanya beda sebelah, jomblo.. #eh sory yang terakhir kepencet.

          Hari pertama cuma perkenalan lokasi sekolah, mulai dari siapa nama kepala sekolah yang jomblo sejak dalam kandungan, sampai berapa jumlah langkah dari ruang guru ke toilet.
         Di kelas cuma main kuis, yang ditunjuk disuruh nyanyi di atas.. *mirip playgroup kurang lebih*, Di suruh menyet sesama jenis, Yang gemuk sih biasanya jadi korban,soalnya mukanya paling kentara..

''Ospeknya gak ada seram-seramnya,seperti yang orang bilang'' ucap saya kepada Ridho teman ospek yang sebangku dengan saya.
''jangan senang dulu, biasanya puncaknya nanti pas hari terakhir'' kata ridho

         #Gleekk Mampus, ternyata ada senior dibelakang bangku saya yang mendengar.. Senior yang di panggil black oleh teman seangkatannya, Tampangnya sangar, hitam pekat, berotot, matanya tajam menatap kami berdua
         Ridho pun berusaha mempraktekkan film edukasi yang dinontonya, katanya jika terdapat hewan buas yang ingin memangsa..kita harus diam
''tenang..jangan banyak bergerak'' kata ridho

saya pun mencoba mengasah bakat akting saya dengan berpura-pura hilang ingatan.. ''Dimana ini? Siapa nama saya? Apa password Friendster saya?''
''Sudahlah, kalian berdua besok bawakan saya cokelat chacha sama susu ultra'' Ucap senior black dengan santai, seperti dugaan saya sebelumnya..dia gak bakal tertipu,dia buka tipe orang yang suka nonton FTV atau sinetron

            Keesokan harinya pun saya dan ridho membawakan pesanan yang disuruh oleh kak black. Penyiksaan G30-SPKI (Gangnam 30kali Sambil Putar Keliling losarI ) terus dilanjutkan, beginilah nasib kalau wajah sudah eksis di hadapan senior. Sempat terpikir ingin melakukan operasi plastik pada waktu itu supaya tidak dikenali, ridho sendiri malah ingin potong kambing untuk mengganti namanya menjadi kambing.
           Senior black setiap jam istirahat sekolah selalu mendatangi kelas satu persatu untuk meminta jatah preman. Tapi Ini tidak bisa dibiarkan, kalau begini bisa-bisa setahun kedepan si Black sudah naik haji. Hingga pada suatu hari saya menyuruh teman sekelas kompak membawa makanan dari rumah supaya tidak ada yang ke kantin, lalu mengunci dari dalam pintu pada jam istirahat. Semuanya hening mirip film Kungfu Hastle ketika di datangi gerombolan geng kapak hitam. Ternyata cara saya ini ampuh selama 1 caturwulan.

            Semuapun berjalan baik-baik saja setelah itu, si black pun jarang kelihatan batang pisangnya, ''apa dia sudah insaf? Apa sekarang dia sudah putih? Atau sudah jadi orang kaya jadi tidak perlu sekolah lagi?'' pikirku dalam hati
              Terdengar kabar dari beberapa teman,ternyata si black dikeluarkan dari sekolah karena biaya SPPnya menunggak.. *puk puk kompos*

              Seperti lepas dari penjajahan jaman perang rasanya, sejak saat itu saya berusaha bagaimana caranya bisa masuk anggota Osis supaya bisa mengospek kelas satu.
''Si black bisa masuk Osis dulu karena apa yah?'' tanya ridho kepada saya
''yaa..mungkin sama kayak kita,mau balas dendam'' jawabku

                Inilah yang menjadi alasan kenapa ospek tiap tahunnya menjadi hal yang memuleskan para siswa baru, Pasti lebih seru kalau ospeknya di ubah menjadi jalan-jalan ke tempat bersejarah seperti fly over *sejarah cinta kita* #sadaapp atau bersilaturahmi dengan beberapa penjual sabun,pasti para jomblo bakal senang.
              Yang saya pikir,ketika kita masuk kuliah nanti.. Pasti ospeknya lebih tidak masuk akal, bukan lagi disuruh bawa cokelat chacha..tp mungkin rainbow cake.
''Asalkan tidak ketemu si Black aja sih'' ucap ridho

            buat para siswa/mahasiswa baru,tidak usah takut yang namanya ospek, ospek secara tidak langsung melatih dasar kepemimpinan, bagaimana kita bisa mengenal teman baru, menghormati senior kita, mematok calon pacar #eeaaa. Kalau tidak mau di siksa sama senior caranya cukup jangan terlalu eksis,pasang muka secupu mungkin, toh kalau pun terlanjur dikenal oleh senior, yang perlu kamu persiapkan cuma 2.. Ember untuk operasi plastik, dan kambing untuk mengganti nama, selamat mencoba

Comments

Anonymous said…
edd... ini ceritamu.. pikakkala ngaseng...
CowOkkots said…
haha.. tangkyu

Popular posts from this blog

Malin Kutang

Rumus Excel

Banci VS Homo