Rejeki yang Kembali pada Waktu yang Tepat

        
           Ketika Masih SMP,Saya pernah membaca sebuah buku di perpustakaan sekolah.. Saya lupa judul Buku ini tapi yang pasti buku ini sangat menginspirasi, menceritakan tentang kemurahan hati seseorang untuk menolong sesama. Buku ini persis dengan apa yang saya jumpai di kehidupan nyata

             Dulu ada seorang anak kecil yang bernama Herman,usianya pada waktu itu sekitar 7 tahun. Dia berasal dari keluarga yang sangat miskin,tapi Herman tetap bersekolah dengan pendapatan orang tuanya yang seadanya. Walaupun umurnya masih sekecil itu, Herman sudah bekerja membantu ibunya mencari uang sejak ayahnya menderita sakit parah. Setiap pulang sekolah Herman langsung berkeliling kampung menjual kue ubi yang dibuat oleh ibunya. Untungnya memang tidak seberapa,walaupun dia tidak makan seharian..setidaknya ada yang dapat dia sisihkan untuk biaya pengobatan ayahnya.



           Sampai pada suatu hari, ketika dia berkeliling berjualan..dia merasa lapar sekali,perutnya sakit karena maag, dia hanya makan kemarin,itupun hanya 1 kue ubi sisa jualan yang tidak laku. Dia ingin sekali memakan kue ubi yang masih ada di keranjangnya,tapi dia mengingat ayahnya yg sedang terbaring lemah dan membutuhkan biaya untuk pengobatan. Herman pun mencoba menahan sakit dan melanjutkan menjual kuenya.

            Hingga sampai pada sebuah rumah panggung yang ukurannya tidak terlalu besar, keluar seorang anak kecil perempuan yang bernama Lina. Usianya Kira-kira seumuran dengan Herman

''Maukah kamu membeli Kue ubi ini?''
''Saya perlu uang untuk biaya pengobatan ayah saya'' Ucap Herman mencoba menawarkan

''sebenarnya saya juga tidak mempunyai uang, saya orang miskin''
''saya cuma punya sebungkus roti ini,ibu membelikan saya tadi di pasar''
''Kalau kamu mau,ambillah..''

Kebetulan Herman sangat lapar, dia pun mengambil roti pemberian dari Lina
''iya.. Terima kasih banyak, semoga tuhan membalasnya, amin'' doa Herman
Ini merupakan Roti terenak yg pernah Herman makan selama hidupnya, dia baru pertama kali ini memakan roti.

               Singkat cerita 15 tahun kemudian, Lina telah tumbuh dewasa.. Dia sering sakit-sakitan dan ternyata Lina menderita kanker mulut rahim, dia ingin memeriksakan kedokter tp orang tuanya tidak mempunyai uang, dia telah berkeliling rumah sakit namun tak ada satupun yg ingin menerimanya tanpa uang
Sampai pada suatu saat dia mencoba masuk ke sebuah Rumah sakit terbesar disana,dengan hanya berharap pada surat keterangan tidak mampu yang di bawanya. Ternyata rumah sakit ini pun mau menerimanya.

             Setelah diperiksa,seminggu kemudian hasilnya keluar dan lina harus secepatnya di operasi. Lina semakin bingung untuk mencari biayanya tapi dia memutuskan untuk tetap operasi
''yang penting saya bisa sembuh dulu supaya bisa bekerja, pembayaran operasi nanti saya akan cicil'' dalam hati Lina

       Operasi pun dilakukan, Lina di bius total, perutnya di belah, dan kankernya diangkat. Alhamdulillah Lina sembuh tapi pihak rumah sakit menyuruhnya untuk istirahat 3 hari untuk masa penyembuhannya.
        hingga pada hari kepulangannya dari rumah sakit, sambil menggunakan kursi roda..Lina menuju kasir untuk mengambil kwitansi pembayaran.
          
                Dia tampak takut membukanya, mengingat rumah sakit ini besar pasti biayanya sangat mahal..sambil gugup ia pun berusaha membukanya pelan-pelan.
Dan betapa kagetnya dia,ternyata tidak ada satupun tulisan angka didalamnya, yg ada hanya tulisan kecil seperti ini :
 

        
              Beliau adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang saya temui di Mall Panakukkang, tepatnya bulan puasa tahun 2011.. Beliau tidak mendapatkan kursi ketika ingin berbuka puasa, dan kebetulan meja saya masih kosong.
               Dari cerita yang di alami Dr.Herman ini kita bisa mengambil banyak pelajaran, bahwa rejeki yang kita miliki sekarang ini terdapat rejeki orang lain yang Allah titipkan lewat kita, jangan pernah takut rejeki kita habis jika diberikan kepada orang yang membutuhkan karena sesunggunya rejeki itu akan kembali, rejeki pergi untuk mencari temannya sebanyak mungkin dan akan kembali lagi kepada kita pada waktu yang tepat.
               Mencari uang itu yang penting ada buat kita makan untuk hari ini dan besok, uang untuk makan lusa nanti kita cari besok.

--------------------------------Semoga cerita ini menginspirasi------------------------------------------

Comments

Unknown said…
itu dokternya org makassar kah bro?
Unknown said…
orang makassar dokternya ini kah bro?

Popular posts from this blog

Malin Kutang

Rumus Excel

Banci VS Homo