Malin Kutang
Tahun 204
“Di Sekolah saya pada waktu saya SMP, saya
mempunyai salah satu guru favorit saya” *Berapa kali kah saya mengucapkan saya
pada kalimat saya tersebut?”
pokoknya setiap guru ini masuk saya tidak
pernah absen, beliau seorang bapak guru Bahasa Indonesia,cara dia mengajar
sangat enak karena orangnya murah senyum.
Saya terinspirasi menulis cerita ini
dari salah satu pelajaran beliau tentang dongeng yang pada waktu itu sedang
membahas tentang anak yang durhaka pada ibunya. Pasti kalian sudah tahu? Yap
benar... “Cinta Fitri season 7”#eh maksudnya “Malin Kundang” yang kemudian saya
plesetkan, selamat membaca.. selanjutnya marilah kita buat KTP.. #ups maksudnya
marilah kita ke TKP #OKESIK
Pada
suatu hari, #eh tapi harinya lupa hari apa.. Ganti yah? Pada suatu malam,
tepatnya malam jumat yang besoknya sudah pasti hari sabtu, sekitar tahun 1879
Sebelum Imsak.. di sebuah kota yang tidak ingin disebutkan namanya.. mungkin
kota ini adalah pelaku curanmor dulunya. Kota ini sudah sangat tua,terlihat
dari baunya sudah bau tanah.. di kota ini terdapat sebuah hutan yang sangatlah
lebat,pokoknya lebih lebat dari kumisnya Limbad, hutan ini pun sangatlah
angker, lebih angker dari muka ibu kost yang lagi menagih..konon katanya tidak
ada satupun orang yang berani masuk ke dalam hutan ini, penyanyi Rumor pernah
masuk ke dalam dan akhirnya dia pun tersesat dan tak tahu arah jalan pulang,
bahkan menurut penjaga hutan ini, menceritakan hutan ini saja pun tidak boleh,
untuk itu kita marilah kita pindah ke kota lain.
Sebelah selatan dari hutan ini ternyata
terdapat sebuah kota yang sangat tentram dan damai, nama kotanya yaitu kota
“kejarlah daku kau kutang-kap”.. sangat aneh sih membaca nama kota itu. Saya
mencoba menulusuri asal usul nama kota ini di google, ternyata nama tersebut
diambil karena seluruh penduduk kota ini mempunyai hobi yang sama bahkan
sekarang sudah menjadi adat istiadat, yaitu mengkoleksi kutang.
Hebatnya lagi, di pusat kota ini telah
dibangun museum tempat penyimpanan Kutang dari berbagai negara, segala macam
bentuk terdapat disini..mulai dari Kutang bentuk Jambul khatulistiwa, Kutang
kupu-kupu, kutang cenat-cenut, bahkan kutang piramid milik lady gaga pun ada.
Di kota ini terdapat sebuah keluarga yang
sangatlah harmonis nomor 7 versi on the spot, ayahnya bernama Kutang Piutang
biasa dipanggil Pak yu.. ibunya bernama Kutangisi Ningrat biasa dipanggil Bu
Urat dan anaknya bernama Kurniawan Tang biasa dipanggil Kutang *Kota macam apa
ini*
Ibunya merupakan anak dari kaum
bangsawan,dulunya menikah dengan orang china makanya anaknya diberi nama
Kurniawan Tang..dia bercerai karena mantan suaminya memilih operasi kelamin
demi ikut audisi menjadi personil Super Junior. Bu Urat akhirnya menikah dengan
Pak yu karena ayahnya yang telah meninggal terlibat utang piutang dengan
keluarga Pak yu
Kutang dengan ibu dan ayah tirinya tidak
terlalu akrab, walaupun tinggal satu rumah mereka hanya berkomunikasi lewat
wall to wall di facebook, bahkan Kutang pernah di unfollow oleh ibu kandungnya
sendiri di twitter karena lupa menfollback balik.
Singkat cerita, 10 tahun menjalin rumah tangga
bersama Pak Yu, Bu Urat mencium ada bau-bau perselingkuhan dari suaminya.. Dia
pun memutuskan mengikuti acara reality show Termelek-melek di TV untuk
menyelidikinya, dan akhirnya..ternyata memang Pak yu terbukti selingkuh dengan
seorang nenek di bawah umur yang bernama Beanazir Endang, wanita ini akrab
dipanggil Mr.Bean. Sadar akan kesalahannya berselingkuh, Pak yu pun melambaikan
tangan ke kamera CCTV di salah satu supermarket tersebut. Bu urat memutuskan
bercerai dengan Pak Yu setelah kejadian itu.
Bu Urat akhirnya menjanda lagi untuk yang
kedua kalinya, sekali lagi dia menjanda pemerintah kota akan memberikan hadiah
sebuah payung cantik kepadanya. Keadaan ini membuat Bu Urat dan Kutang hidup
dalam kemiskinan, karena Bu Urat tidak mempunyai pekerjaan dan hanya
mengandalkan uang dari mantan suaminya dulu.
Hingga pada suatu hari ketika keuangannya
mulai menipis, Bu Urat memutuskan untuk meninggalkan kutang dan pergi mencari
nafkah ke kota lain
“Jangan tinggalkan kutang bu... aku galau
tanpamu” ucap kutang sambil menangis
“Terus gue harus bilang jomblWWOOOWWW gitu??”
“Ibu pergi Cuma sebentar, ibu mau mencari uang
di kota sana.. tunggu ibu pulang, nanti tiap bulan ibu kirimkan foto ibu yang
terbaru di Twitter” Bu Urat mencoba menenangkan hati Kutang
Pergilah Bu Urat ke kota seberang sambil di
iringi oleh salah satu Band terkenal di
kota ini yang bernama SLANG, kalau tidak salah reff lagunya seperti ini
“Kutaang bisa... jauh... jauuh...darimu”
Kutang pun hidup sebatang kara, hari demi
hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun tak ada kabar sekalipun dari ibunya.
Hal ini membuat Kutang yang dulunya soleh kini menjadi solehah #eh maksudnya
menjadi anak yang nakal demi bertahan hidup, Kutang tetangganya dia curi satu
persatu kemudian dia jual untuk membeli kutang kembali.. begitu terus-menerus
*Loh?
Hingga tahun ketiga kepergian Ibunya, dia
mendengar kabar dari tetangganya ternyata Ibunya di kota seberang telah menjadi
artis dan kaya raya. Ibunya pun telah memiliki suami baru lagi yang berprofesi
sebagai penyanyi biduan bernama Kutang Hermansyah. Awalnya Kutang tidak
percaya,sebelum akhirnya dia melihat sendiri Ibunya di salah satu acara musik
sedang berjoget 4l4y sambil berkata “lalala..yeyeye..lalala..yeyeye”.
Sampai pada suatu hari, Kutang memutuskan
untuk ke kota seberang untuk menemui ibunya dengan bermodalkan alamat tempat
acara musik yang dilihatnya di TV tetangga.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup
melelahkan, , akhirnya Kutang sampai di tempat acara musik tersebut.. walaupun
harus berjuang naik turun ular tangga, koprol sambil bilang Gila loe Ndro, dan terakhir
melewati siluman naga-naga indosiar
Alhasil kutang pun bertemu dengan Ibunya,
betapa kagetnya Bu Urat melihat sosok Mandraged di hadapannya. Spontan Bu Urat
pura-pura tidak mengenal Kutang..Mungkin karena malu kepada suami barunya atau
karena malu resletingnya terbuka *Nyambung dimana*
“Siapa kamu..? Mau minta sumbangan yah? Mohon
maaf yang punya rumah lagi tidak dirumah” ucap Bu Urat
“Ini Kutang bu.. anakmu yang paling unyu’
kelima versi majalah Playstation” kata Kutang
“Teruss... Majalah buat loe!!”
“Pergi sana.. saya tidak pernah punya anak
sekumel kamu, hus hus..!” usir Bu Urat sambil melempar uang seribuan kepada
Kutang
“Oke.. baiklah! Kalau ibu tidak mau mengakui
saya sebagai anak ibu... twitter ibu akan saya block, saya batako, terus akan
saya buat menjadi WC umum!”
Mendengar kata Kutang barusan membuat Bu Urat
takut, Akhirnya Bu Urat pun mengakui Kutang sebagai anak kandungnya.
Dari kisah inilah awal mula ditemukannya
bangunan bersejarah yang sekarang kita kenal dengan nama “WC Umum”
------------------------------------------------------*THE
END*-----------------------------------------------------------------

Comments
bisa juga online di hutan... ora opo opo tayye...