Banci VS Homo


B.A.N.C.I, Entah dari planet mana datangnya makhluk yang satu ini, yang saya herankan kenapa populasi banci di indonesia semakin banyak.. Padahal mereka tidak bisa hamil. Fakta yang terjadi di lapangan menunjukkan sesangar apapun seorang cowok bahkan preman pun, pasti akan merasa takut juga dengan yang namanya banci.


              Ada satu Kejadian yang benar-benar membuat saya trauma dengan makhluk ini, ketika saya dengan teman saya Fajar waktu itu habis nonton konser Mr.Big di Trans Studio. Jam di HP saya sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat 164 menit 4,35 detik waktu indonesia naik haji bagian mampu, pas dengan jam mangkal anak buah dari Tata dado. Kebetulan arah rumah saya melewati markas besar mereka di Jl.Panaikang, saya berboncengan dengan Fajar. Karena cuaca yang cukup dingin pada saat itu, (sempat turun salju 5 biji dan ternyata itu berasal dari ketombenya Fajar) saya mengendarai motor dengan agak pelan, dan begitu melewati daerah angker itu tiba-tiba.. ''CIIIILLUUUKKKBAAAA'......'' Banci terkutuk keluar dari balik pohon, saya tidak melihatnya karena jalannya gelap. Di tariklah baju Fajar dari belakang..


''Singgah cowok.. Sebentar..'' kata Banci isi ulang
''Gas math.. gas.. '' kata Fajar ketakutan
''Sempat-sempatnya kamu jual gas di saat horor begini!'' kata saya
''Gas Motornya maksud saya..!! Cepat..!! Mama'... Keperjakaanku mau di rebut'' Mata Fajar berkaca-kaca.

       Dengan sekuat tenaga, motor pun saya gas mencoba meninggalkan tempat angker ini. Kita berhasil lolos, tapi Banci itu melempari kita dengan batu.. Alhasil kaki saya pun terkena, tepatnya di mata kaki. (Besoknya saya berencana membawa kaki malang ini ke Dokter Mata)

''Akhirnya lolos juga bro..'' kata saya
''.....''
''Kamu baik-baik saja kan bro?''
''......''
''Ini saya bertanya jar.. Kok tidak di jawab? Trauma kah? Sudahlah.. Biasa hal kayak begini dalam dunia persilatan..''
''.....''
''Wooyyy.. Jar!''

*Balik* Mammpussss... Si Fajar ternyata ketinggalan, Dia sudah tidak perjaka lagi tanteee... Hiiikkssss.

    Sejak saat itu, saya tidak pernah melewati tempat mangkal mereka setelah jam 12 malam.
Di setiap kelas waktu saya sekolah dulu pasti terdapat minimal 1 orang makhluk setengah masak seperti itu, bahkan sampai sekarang di sekolah-sekolah masih dijumpai. Banci menurut saya sama Horornya dengan saudara sepupunya yang bernama Homo. Saya juga heran dengan spesies langka ini, mereka penampilannya tetap seorang cowok.. Tapi yang dia cari tetap cowok, bukan banci.. padahal banci kan cowok juga. Kejadian tragedi Panaikang kemarin mengingatkan saya tentang kesialan saya bertemu pria homo di Mall Panakukang 2 tahun yang lalu. 

   Saya sudah terbiasa dengan kalimat single (dibaca: jomblo), Setiap ke Mall biasanya saya selalu sendiri.. Waktu itu pemutaran hari pertama film ''I am Legend'' yang dibintangi oleh idola saya..Will Smith, makanya ketika tahu pemutaran perdananya saya langsung meluncur ke TKP.

  Busseettt.. Antriannya sudah sampai di luar pintu XXI, orang yang tidak tahu ini bioskop pasti mengira lagi antri minyak tanah (mirip soalnya). Sempat berpikir untuk menontonya besok lusa saja, tapi tanggung..saya sudah ada di barisan antrian beras.

  Kurang lebih setengah jam antri, akhirnya sampai juga di ujung.. Rasa capek terobati dengan wajah si costumer servicenya *Fokus Mblo.. Fokus!*

''Mau nonton film apa mas?'' kata Andien *tahu namanya dari papan di dadanya..eh*
''I am Legend, mbak.. Yang jam 12 masih ada kosong?'' kata saya
''Masih ada kosong 2 mas, tapi kursinya tinggal yang di depan layar'' kata Andien
''Oh.. Yaudah mbak, yang jam 2 aja'' kata saya. Gak papalah menunggu sebentar, yang penting bisa nyaman nontonnya.
''Jam 2 ya mas.. Teater 2, pesan berapa kursi? '' tanya Andien
(dari tadi panggil Mas, mbak.. Berasa berada di Jawa)
''Cuma 1 mbak..saya jomblo'' kata saya, layaknya orang marketing yang lagi mempromosikan diri.. Si Mbaknya cuma senyum-senyum kasihan.

  Sambil menunggu, saya memutuskan untuk mencari tempat makan terlebih dahulu.. Kebetulan di dekat XXI ada tempat makan yang namanya D'Cost (dari namanya bisa berarti Murah, bisa juga berarti nama Boyband yg personilnya para anak kost.. Maybe). Tempatnya bersih, luas, daftar harga di menunya ternyata memang murah (oh, ternyata murah itu identik dengan anak kost).

''Mau pesan apa mas?'' Pelayannya menawarkan menu
(lagi-lagi berasa di Jawa,apa tampang saya mirip mas-mas?)
''Saya pesan nasi goreng 1 mbak, sama es tehnya juga 1'' jawab saya
''Kok cuma 1 mas? Jomblo yah?'' ucap si pelayan mengejek
''Tahu ah.. Kulit situ gelaappp!'' kata saya

Pesan Moral buat para Jomblowers : Lain kali kalau pesan makanan, pesan saja 2.. Jangan sekali-sekali pesan 1 jika tidak ingin bernasib sama dengan saya.

  Sambil menunggu pesanan datang, tiba-tiba datanglah seorang pria yang kira-kira umurnya sekitar 30 tahun, dengan kumis tipis, kacamata cokelat, kemeja putih garis-garis, celana kain ketat, sepatu pantofel, HP dan kunci mobil ditangan. Inilah awal malapetaka dimulai, Kita sebut saja namanya Momo (Manusia homo).
''Misi.. Kursinya kosong yah? Boleh gabung?'' kata Momo

  Dari sananya saya memang polos, tanpa muka curiga saya persilahkan si Momo duduk.. Padahal pengunjung pada waktu itu tidak terlalu ramai, masih banyak kursi yang kosong.
''Iya..kosong, silahkan'' kata saya
Dia mengambil posisi duduk di samping saya
''Namanya siapa? Saya Momo'' kata Momo sambil mengulurkan tangannya
''Oh..iya, saya omath'' kata saya
Agak lama tangannya di lepaskan, tatapannya juga sudah mulai mencengkram sambil senyum genit. Perasaan saya sudah mulai curiga
''Kok sendiri aja? Pacarnya mana math?'' Kata Momo,yang sok akrab
''Ada kak di dalam T.O lagi antri beli tiket.. Ini cuma numpang ngadem disini'' kata saya, terpaksa berbohong demi keselamatan dunia akhirat.
''Tega amat sih, pacarnya di suruh ngantri.. Eh, kamu tinggalnya dimana? Kapan-kapan aku bisa main yah ke rumah kamu?'' kata Momo
Gilaaa.. Tangannya sudah menjalar, posisinya sekarang sudah di atas paha kanan saya, Kata Momo barusan semakin membuat saya yakin, dia seorang Homreng
''Eh..aa..anu, pa..pacar saya sudah menelpon, saya duluan yah?'' kata saya, sambil berpura-pura mengambil Handphone dari kantong
sambil menahan tangan saya ''eh..bentar dulu, kan belum selesai ngobrolnya.. Nomor kamu deh aku minta'' kata Momo sambil maksa
''Haloo.. Halooo, iyaa tunggu sayang'' sambil berjalan menuju pintu keluar.
Makhluk terkutuk ini berhasil mencolek pantat saya, untung saja bukan bagian depannya. Alhamdulillah makanan yang saya pesan pada waktu itu belum datang, bisa-bisa terjadi adegan suap-suapan.. OHH NOO!! (hahaa.. Mampus si Momo, bayar tuh makanan yang saya pesan).
Demi keselamatan, Saya pun memutuskan tidak menonton film ''I am legend'' ketika itu, saya memilih kabur..sebelum Momo mengejar saya, tidak apalah rugi Rp.30.000 daripada saya menyesal seumur hidup sambil mandi di bawah shower tengah malam.
Saya kembali ke Mall 4 hari berikutnya untuk menonton film ''I am legend'' yang sempat tertunda,
antriannya sudah mulai berkurang. Sambil mengantri di barisan, betapa keterkagetannya diri ini.. Ternyata  Momo Gheisa (tidak..tidak, Momo homo maksudnya) masih berkeliaran di sekitar sini. Kayaknya memang dia membuka cabang perHomoan di Mall ini, saya mencoba menutup muka memakai sweater, si Momo tampak sedang membeli Pop corn.. Dan Itu tandanya dia juga akan menonton.
Sepanjang film ''I am legend'' di putar, saya cuma sibuk memperhatikan di sekeliling.. Jangan-jangan si Momo ada di sini. Will Smith sempat menangis ketika filmnya saya cuekin.
Untungnya selama berada di sana saya tidak bertemu dengan dia.
Sejak saat itu saya tidak pernah menginjakkan kaki lagi di Mall Panakukang, kalaupun ada film dari luar yang masuk di XXI.. Saya tunggu beberapa hari sampai filmnya bisa di donlot di internet.
Kira-kira si Momo dan Anak buah Tata Dado jenis kelaminnya di KTP apa yah? Atau Jangan-jangan jenis kelaminnya di gambar.. -_-

Comments

Hahahaha... Keluar Air mataku baca ini kisahta' :') Astagah...
CowOkkots said…
hahaaa... sy juga keluar air mataku baca komentar t' :'(
Unknown said…
terlalu bias gender dam diskriminatif...sprtix yg dicrtakan tidak dimanusiakam! Miris!

Popular posts from this blog

Malin Kutang

Rumus Excel