Agen PHB


              Menurut penelitian, 8 dari 10 pria di Indonesia menemukan kekasih hatinya melalui proses perantara yang biasa disebut PHB (Pemberi Harapan Busuk). Eh,salah..maksudnya Penghubung atau Mak erot (Mak erot? Bukan Mak Comblang?)
                  Saya pernah mengisi posisi ini beberapa kali, itulah alasan paling kuat saya menyandang penyakit Jomblo akut. Sebagian hidup cuma mengurusi percintaan orang lain.. Sampai sempat terpikir untuk membuka cabang ''Take Me Out'' di Makassar.

Saya teringat salah satu cerita tentang karir mak comblang yang menurut saya paling berkesan, ketika saya masih SMP..kelas 3 tepatnya.
Saya mempunyai teman sepergaulan bernama Eko, saya lupa nama panjangnya.. yang jelas bukan Eko Patrio. Dia aslinya orang Jawa, tapi dia pindah ke makassar sejak SMP karena ayahnya di pindahtugaskan. Mungkin kalian sudah tahu pekerjaan ayahnya? Yaapp..betuull, tukang bakso. Mungkin sudah digariskan turun-temurun orang Jawa itu mengabdi pada Bakso. Yang perlu dicurigai yaitu ketika melihat orang China menjadi penjual bakso.. Jangan-jangan dagingnya terbuat dari HandPhone. (loh ini kita mau bahas mak comblang atau HP China?)
Eko lumayan gagah lah menurut ukuran bencong panaikang, badannya kekar seperti tukang batu, kulitnya hitam keputihan-putihan (warnanya abu-abu?), tubuhnya tidak terlalu tinggi, yaa..bisa dibilang ceper.
Eko dengan saya lumayan akrab, walaupun sampai sekarang dia tidak bisa menebak warna celana dalam saya (soalnya saya memang tiap hari tidak pernah memakai celana dalam).
Suatu hari ketika pulang sekolah, eko mengajak saya untuk di traktir makan bakso di depan sekolah. Tumben, dia sebaik ini.. Apa dia lagi ulang tahun? Atau mungkin..benih-benih cintanya ke saya sudah mulai muncul, saya pasrah jika dia menyet kepada saya.
Sambil menunggu pesanan datang, Eko mengajak saya bicara..
''Kamu sudah pernah pacaran belum?'' tanya eko
''belum pernah..'' jawab saya
''Aduuuhhh..'' muka eko tampak kecewa seperti gagal audisi JKT48, Nampaknya benar dia mau menyet.
''Kenapa?'' tanya saya balik
''Begini.. Kamu tahu Putri kan? Yang kelas 3F?'' kata eko
''Iya.. Kenapa bro? Yang Cewek kan?'' kata saya
''Yaiyaalaahh dodol.. Mana ada cowok namanya Putri!!''
''Begini mhat, saya sudah lama suka sama dia..dari kelas 2, saya mau menyet sama dia tapi saya malu kalau mengatakannya langsung'' curhat eko
''Terus? Kamu mau saya yang menyet sama dia? Haha..'' saya sambil tertawa
''Begini saja bro, mending kamu tulis surat cinta dimana isinya itu kamu bilang kamu mau jadi pacarnya..''
''Setidaknya kamu bisa mengungkapkannya tanpa bertatapan langsung dengan putri.. Lagian kalau ditolak gak bakal malu..hahaa'' kata saya
(Ngomong-ngomong bakso yang dipesan tadi mana nih?)
''Nah..itu dia masalahnya, kamu tahu sendiri kan tulisan saya jelek'' kata eko.
Iya juga sih.. Tulisan Eko ini mirip rambutnya Edi Brokoli, abstrak.. Bahkan guru sejarah pernah menyuruh Eko menulis jawaban ujian lewat SMS saja biar gampang dibacanya.
''Tenang bro, nanti saya yang tuliskan.. Nanti kamu tinggal eja kalimatnya'' kata saya
''Wahh..betul juga, oke langsung eksekusi'' kata Eko
Setelah selesai makan, saya menuju ke rumah Eko yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari Sekolah. Sesampainya disana saya langsung mengambil secarik kertas dan menulis kata demi kata lebay yang diucapkan Eko. Kalimatnya jujur agak membuat saya mules, untungnya saya sudah siapkan kantong plastik untuk berjaga-jaga.
''Kayaknya kalimatnya terlalu berlebihan Eko, perlu di Reboisasi dulu'' kata saya
''Masa sih? Ya udah, kamu ubah aja mhat'' kata Eko pasrah
Sejam kemudian, surat cinta mas-mas pun jadi.. Tinggal di semprot parfum langsung deh di jemur (loh?)di kasih masuk ke amplop kayaknya lebih baik.
Keesokan harinya pun tiba. Bel jam istirahat telah berbunyi, burung-burung saling bersahutan, ketek-ketek juga sudah mulai basah. Dari kejauhan saya melihat Eko daritadi cuma duduk di bangkunya, apa surat cintanya sudah di kasih ke Putri? Atau jangan-jangan.. Eko berak celana?
Saya pun coba menghampiri..
''Suratnya sudah kau kasih belum?'' tanya saya
''Anu math.. Eh.. Anu.. Itu dia, saya malu, Putri lagi ngumpul sama teman-temannya'' kata Eko
''Jiiiaahhh.. Malu? Potong saja itu yang di dalam celanamu.. Haha'' kata saya
''Sialan.. Bisa minta tolong gak? Kamu saja yang kasih ke dia..'' kata Eko
''Ya sudah.. Sini cong, biar saya yang kasih nanti kalau pulang sekolah'' kata saya. Ini bagian dari Tugas agen PHB
Ketika bel pulang sekolah berbunyi saya langsung menuju ke kelas Putri, takutnya dia pulang duluan.. Ternyata si Putri masih tinggal di kelas, kebetulan kelasnya dapat piket upacara besok lusa.
''Put, sory ganggu.. Ini ada surat di titip sama Eko'' kata Saya
''Surat apa math?'' kata putri
''Surat wasiat mungkin? Haha.. Baca saja sendiri'' kata saya
''Haha.. Iya,nanti di rumah saya buka, makasih yah'' kata Putri
Putri sebenarnya dengan saya sudah lama kenal, kebetulan ibunya punya teman dari teman sepupunya punya anak berteman sama teman tante saya yang kebetulan teman SMA dengan teman omnya putri (ini silsilahnya kok berantakan begini? Intinya kayak MLM lah teman cari teman..haha)
Singkat cerita,ketika hari Seninnya.. Selesai upacara Eko langsung mendatangi kursi saya sambil membawa Nasi Goreng sama teh botol dengan wajah senyum pepsodentnya
''Untuk saya ini bro? tumben..dalam rangka apa?'' kata saya
''Yaa.. Hitung-hitung Pajak Jadian math, kemarin Putri terima saya jadi pacarnya'' kata Eko
''wedets... Selamat bro,semoga jadi keluarga sakinah'' kata saya
''hahahaa.. Makasih sudah bantu'' kata Eko
Mission Complete, agen PHB success..haha
Tapi sialnya hubungan mereka cuma setinggi ucok baba..pendek, kira-kira cuma 2 bulan
Eko pernah cerita, katanya mereka putus gara-gara waktu itu lagi pesan makanan di Restoran.. Eko dengan tampang tidak berdosa yang menjadi penulis pesanannya, Jelas saja Putri kaget melihat tulisan sansekerta di hadapannya.. Putri pun langsung tahu kalau yang menulis surat cinta itu sebenarnya bukan Eko.
Dan yang paling mengherankan, Sekitar seminggu mereka putus.. Saya diberitahu sama teman kelasnya Putri,kalau Putri suka sama saya (Kirain cuma di FTV yang ada adegan kayak begini.. Mana ada orang jatuh cinta gara-gara tulisan), awalnya saya tidak merespon, soalnya aneh menurut saya.
Saya baru percaya ketika Putri mengatakannya langsung.. *Cewek yang menyet bro*. Akhirnya kita jadian waktu itu.
menurut saya, Putri ini cantik pakai banget, orangnya putih, mukanya kayak arab, terus gayanya cuek tapi tetap feminim. Yang paling saya ingat dari Putri itu, dia pernah berkelahi di kelas.. Tapi lawannya bukan cewek atau cowok, yap..lawannya bencong,haha. Gara-gara perkelahian itu Nilai Si Putri di mata saya -10..tapi nilai si Bencong -100, Haha.
Tragisnya, saya dengan Putri pacaran cuma 3 minggu lebih.. Waktu itu ujian kelulusan, dan Putri melanjutkan kuliahnya di Kalimantan..ikut orang tuanya.
Sempat ketemu kembali lewat Facebook beberapa hari yang lalu, bukannya bahagia malah sedih.. Karena ternyata Si doi sudah married mblo :(

Comments

Popular posts from this blog

Malin Kutang

Rumus Excel

Banci VS Homo